MERDEKA = BEBAS DARI NARKOBA

Gambar dari Google.com
Oleh : Memet Abdul Hamid

Setiap bulan Agustus diberbagai penjuru tanah air tercinta ini. Hangar bingar dan hiruk pikuk suka cita memperingati Hari Ulang Tahun kemerdekaan kita sebagai bangsa pasti akan terjadi. Berbagai macam kegiatan dilakukan oleh masyarakat kita. Mulai dari kegiatan perlombaan, seperti lomba makan kerupuk, panjat pinang, balap karung hingga kegiatan menghias gapura. Kemeriahan bisa dirasakan diberbagai perkampungan maupun daerah elit sekalipun.

Namun demikian, diusia ke 66 tahun bangsa ini merdeka dari penjajah. Apa makna dari semua kegiatan itu, adakah yang membekas kedalam hati sanubari kita bahwa kita telah berbuat yang terbaik bagi bangsa ini? Lalu, sudahkah kita melaksanakan apa yang dicita-citakan para pahlawan kita?
Rasanya kita semua perlu meminta maaf kepada para pahlawan yang telah merelekan nyawanya dikorbankan demi terwujudnya sebuah kemerdekaan. Karena diusianya  yang lebh dari setengah abad ini, bangsa ini belum bisa keluar dari berbagai bentuk penjajahan. Salah satu persoalan besar yang tengah dihadapi bangsa indonesia saat ini adalah maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang berbahaya (narkoba), yang semakin hari semakin mengkhawatirkan. Saat ini jutaan orang telah terjerumus kedalam ”lembah hitam” narkoba. Tidak sedikit generasi muda yang kehilangan masa depan karena dijajah ”mahluk” yang disebut narkoba ini.
Tidak usah jauh-jauh, untuk wilayah kecamatan seperti Pontianak Timur saja. 55% pengguna narkobanya adalah anak muda dengan usia produktif berlatar belakang pendidikan tamatan SMA (pontianak post edisi 11 agustus 2011).
Sungguh sangat ironis karena angka ini terus bertambah dari tahun ketahun. Padahal, kita tahu bahwa pondasi utama keberlangsungan kehidupan suatu masyarakat, bangsa dan negara ditopang oleh hadirnya generasi penerus, yakni generasi muda. Jika generasi muda sudah kehilangan masa depan, gamang menatap hidup, lantas apalagi yang bisa diharapkan bagi kehidupan bangsa ini dimasa yang akan datang?
Berbagai upaya memang sudah dilakukan pemerntah, mulai dari sosialisasi ke sekolah-sekolah hingga dilingkungan masyarakat terkait ancaman pengguna narkoba itu sendiri. Tetapi faktanya angka pengguna narkoba justru semakin bertambah.
Sudah saatnya kita sadar bahwa kita tidak bisa hanya menyerahkan persoalan ini kepada pemerintah dan kepolisian atau penegak hukum lainnya, karena ini adalah tugas semua komponen bangsa. Diperlukan kerja keras dan kerja sama semua pihak untuk memberangus barang haram ini dari bumi pertiwi. Sebagaimana yang dilakukan oleh para pendahulu kita dalam mengusir penjajah. Setidaknya ada dua hal yang dapat dilakukan dengan mudah oleh kita sebagai warga negara untuk melindungi generasi muda kita dari Narkoba.
Pertama : membekali generasi muda dengan ilmu agama, 
Kedua : mengembangkan potensi diri. Setiap orang punya potensi yang berbeda yang dapat dikembangkan.

Akhirnya, saya sampaikan selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 66, mari kita perangi narkoba dan kebiasaan buruk dalam diri kita guna mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Merdeka,....






Comments

Popular Posts