Jalan Menuju Mata Air

Pengurus & Narasumber memperkenalkan diri kepada aktivis Gres
Jalan Menuju Mata Air - Program Koperasi Syariah Mitra Masyarakat untuk melakukan kampanye gerakan ekonomi syariah di Kota Pontianak akhirnya terlaksana. Sebetulnya, ide untuk melakukan kampanye gerakan ekonomi syariah ini sudah tercetus sejak tahun 2011 yang lalu. Pada saat Koperasi Syariah Mitra Masyarakat didirikan, ide untuk “membumikan” ekonomi syariah di bumi Borneo ini muncul dari Senior kami, yakni sahabat Subro dan Rasiam selaku Dewan Syariah Mitra Masyarakat. Kedua senior ini menilai potensi pertumbuhan ekonomi syariah di Pontianak sangat prospek untuk dikembangkan.

Saya, dan teman-teman pengurus terpilih diberi amanah oleh Dewan Syariah untuk mem-blended ide tersebut kedalam sebuah gerakan. Namun sebagai koperasi syariah yang masih  baru se-umuran jagung, kami tidak mampu untuk melaksanakan amanah tersebut. Pengurus masih terkuras waktu dan tenaganya untuk membuat poljak, desain produk simpanan dan pinjaman serta legalitas lembaga. Disamping itu, para pengurus masih sibuk untuk mencukupi nafkah keluarganya masing-masing. Saya sendiri, yang saat itu belum menikah tidak bisa berharap banyak kepada mereka. Karena kesediaan mereka membantu mengembangkan koperasi syariah hanya bersifat sukarela alias ikhlas dalam beramal seperti motto Kementrian Agama.

Baru, Setelah fondasi dasar ini terselesaikan di akhir bulan lalu, ide untuk melakukan pencanangan gerakan ekonomi syariah itu kembali muncul dalam rapat Strategic Planning untuk tahun buku 2015. Kali ini Sahabat Izam yang bersemangat untuk menggerakkan ide tersebut. “Saya ada solusi untuk menterjemahkan ide gerakan ekonomi syariah ini.” Dia menggaruk-garuk kepalanya pertanda akan ada ide cerdas yang muncul. “Kita undang saja alumni BPUN MataAir Pontianak. Kita berikan mereka pemahaman tentang gerakan ekonomi syariah. Saya yakin mereka pasti mau untuk menjadi aktivis GRES.” Ungkapnya.

Alumni BPUN Antusias utk Menjadi Aktivis Gres
Alumni BPUN sendiri adalah wadah bagi pelajar yang pernah mengikuti training sukses masuk perguruan tinggi negeri di Pontianak. Program ini merupakan program dari Yayasan MataAir yang bekerja sama dengan Gerakan Pemuda Ansor dengan tujuan yaitu mengantarkan sebanyak-banyaknya pelajar untuk bisa kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). BPUN menjadi Oase bagi pelajar kurang mampu untuk melanjutkan studi di Perguruan Tinggi Negeri.

Peran Izam, dalam mengelola kegiatan BPUN di Kota Pontianak sangat besar. Disamping sebagai panitia, tutor akademik, dia juga punya andil dalam menyediakan tempat di pesantrennya. Oleh karena itu, saya sangat optimis gerakan ekonomi syariah bisa terlaksana.
Dan benar saja, dugaan saya ini terbukti. 41 orang alumni BPUN MataAir datang memenuhi undangan kami dan bersedia untuk menjadi aktivis gerakan ekonomi syariah di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing. Tentu, kehadiran 41 orang ini juga tidak terlepas dari sahabat Husin Ahmad sebagai koordinator alumni yang ketika di hubungi oleh Izam langsung bergerak menyampaikan undangan kepada para alumni.
Ketika saya diberi kesempatan untuk menyampaikan materi gerakan ekonomi syariah bulu kuduk tubuh saya merinding, melihat antusiasme mereka yang begitu tinggi. Jalan menuju mata air itu sepertinya sudah mulai tampak di depan mata saya.

Syar’a yang memiliki arti jalan menuju mata air. Harus mampu Difahami oleh pengurus dan aktivis GRES sebagai usaha untuk menjalankan nilai-nilai teologis/ketuhanan yang bertujuan untuk mengarahkan kehidupan kami di dunia sebagai usaha kembali ke Tuhan.
Insya Allah, Jalan ini yang kelak akan mengantarkan kami ke Surga. Amin.

*) Abdul Hamid, SE : Ketua Dewan Pengurus Koperasi Syariah Mitra Masyarakat

Comments

Popular Posts