KANTIN JUJUR PAK MANAJER

Add caption
Kantin Jujur Pak Manajer - Ada pemandangan yang berbeda di sudut ruangan tengah kantor Koperasi Syariah Mitra Masyarakat. Ruangan yang berukuran 3X5 meter itu, kini menjadi kantin yang menjual aneka kebutuhan sehari-hari. Mulai dari mie instan, telur, kerupuk, permen, minuman Isotonik, kopi, dan teh hingga jajanan tradisional layaknya sebuah kantin.
Di pojok ruangan terpampang sebuah tulisan “Kantin Jujur” yang di tulis pada secarik kertas A4. Tidak ada penjaga khusus yang bertugas menjaga kantin tersebut. Hanya sebuah kotak yang berguna untuk menampung uang pembayaran dari pembeli. Bila ada kembalian, pembeli mengambil dan menghitung sendiri uang kembalian dari dalam kotak tersebut.
Saya tanyakan kepada pegawai koperasi, siapa gerangan yang punya ide membuka kantin disini? "Ini yang punya ide dan yang mengelola pak manajer pak" Jawab Saidah, pegawai baru kami. Saya kaget bercampur haru mendengar jawaban Saidah. Kaget, karena saya serasa "ditampar" oleh Manajer kami yang sudah bekerja ikhlas untuk koperasi selama 2 tahun tanpa digaji. Haru, karena manajer kebanggaan kami bisa memberi sebuah inspirasi untuk berperilaku jujur dalam suatu kegiatan  wirausaha.

Sikap jujur memang tidak bisa datang dengan sendirinya pada diri seseorang. Perilaku jujur terbentuk dari kebiasaan, dan biasanya orang-orang yang jujur sejak kecil sudah diajarkan dan ditanamkan oleh orang tuanya untuk jujur. Memang sudah selayaknya kita belajar jujur dari hal-hal yang sederhana. Dari kantin manajer ini, kita diajarkan untuk berperilaku jujur. Bagaimana tidak? Dengan kantin kejujuran tersebut kita bisa membeli apapun tanpa ada pengawasan dari pemiliknya, bisa saja kita tidak membayar apa yang kita ambil. Toh, tidak ada yang melihat. Tapi disisi lain, kantin jujur pak manajer mengetuk pintu hati kita untuk tetap membayar meskipun tidak ada yang melihatnya.
Konteks jujur dalam dunia bisnis juga pernah diperaktikkan oleh suri tauladan manusia yakni Nabi Muhammad SAW. Beliau menjadikan kejujuran sebagai modal non materi utama dalam berbisnis. Sebagaimana dikisahkan bahwa Nabi Muhammad SAW sebelum diangkat menjadi Rosul adalah seorang pebisnis yang sukses. Beliau menjalani hidup sebagai pebisnis mulai dari usia 12 tahun hingga 40 tahun.
Menurut Muhammad Syafii Antonio : Yang menjadi number one capital dalam bisnis Nabi Muhammad SAW adalah kepercayaan (trust) dan kompetensi. Kejujuran adalah suatu cara untuk membangun sebuah kepercayaan , jika seseorang sudah melakukan suatu kebohongan atau penghianatan dalam suatu bisnis, maka kepercayaan akan hilang. Dan sangatlah sulit untuk dikembalikan lagi meskipun sang pelaku bisnis tersebut punya modal yang banyak.

Kita juga berharap Nagara Indonesia  yang kita cintai ini melahirkan para pemimpin-pemimpin yang jujur pada rakyatnya, pedagang yang jujur terhadap pembelinya, pejabat yang jujur terhadap institusinya, dan anak-anak yang jujur terhadap orangtuanya.

Semoga dengan keberadaan kantin jujur yang dikelola oleh manajer kami bisa memberi pelajaran kepada pengurus, pegawai dan anggota koperasi agar senantiasa mengedepankan sikap jujur dalam setiap muamalah. Amin,..

*) Abdul Hamid, SE : Ketua Dewan Pengurus Koperasi Syariah Mitra Masyarakat

Comments

Popular Posts