KERJASAMA ANTAR KOPERASI SYARIAH

Kerjasama Antar Koperasi Syariah - Salah satu kekuatan umat Islam yang harus terus-menerus dijaga dan dipelihara dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan adalah kekuatan berjamaah, baik dalam ibadah maupun  dalam muamalah.
Berjamaah dalam ibadah seperti dalam salat fardu akan melahirkan kekuatan ukhuwah Islamiyah sekaligus akan mendapatkan lima 5 perkara, yaitu : tidak bakal menderita fakir atau melarat di dunia, selamat dari siksa kubur, menerima catatan amal nya dengan tangan kanan nya, melintasi shirath bagaikan kilat menyambar, karena cepat nya,  Allah memasukkan nya ke surga tanpa proses perhitungan ataupun hukuman dosa (tanpa disiksa).

Adapun berjamaah dalam bermuamalah akan meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan bersama. Sebagai contoh, kerjasama Sahabat Nabi antara kaum Muhajirin dan Ansar. Semenjak Nabi Muhammad hijrah ke Madinah. Para sahabat nabi dari kaum Muhajirin bahu membahu dengan penduduk lokal Madinah dari kaum Ansor dalam membangun kegiatan ekonomi. Berbagai bidang digeluti oleh Sahabat Muhajirin dan Ansor, baik itu pertanian, perkebunan, perdagangan maupun peternakan.

Berkat kerjasama tersebut, Dalam waktu yang relatif singkat ekonomi mereka berkembang dan meningkat. Kurang lebih satu tahun usai negara Madinah, umat Islam, termasuk kaum Muhajirin yang datang tanpa membawa harta, telah mempunyai penghasilan dan memiliki aset berupa rumah permanen dan kebun-kebun kurma. Inilah kerjasama ekonomi kedua sahabat nabi dalam membangun kekuatan ekonomi dan upaya mengantisipasi kemiskinan kaum pedatang (Muhajirin) di Madinah.

Belajar dari kerjasama antara kaum ansor dan mujahirin tersebut. Maka koperasi syariah sebagai sebuah organisasi  yang berbasis kumpulan orang  yang berkomitmen  hidup bersama,  terhimpun dalam ikatan emosional berlandaskan saling percaya dan keinginan untuk hidup saling men-sejahterakan  merupakan modal kuat untuk mengkomunikasikan banyak hal secara terbuka antara koperasi syariah yang satu dengan koperasi syariah yang lain, kerjasama itu bisa dimulai dari hal-hal yang berkaitan dengan ragam kebutuhan maupun hal-hal yang berkaitan dengan optimalisasi skill yang melekat pada pribadi-pribadi anggota di masing-masing koperasi syariah.

Koperasi adalah ideologi yang menjunjung tinggi azas “kerjasama” dan  hakikat pembangunan koperasi  identik dengan upaya  mempertinggi nilai kerjasama itu sendiri. Demikian halnya ketika satu koperasi syariah membangun sebuah kerjasama dengan koperasi syariah lainnya dalam hal yang  saling menguntungkan, sesungguhnya koperasi-koperasi itu tidak sedang belajar tentang membangun kerjasama tetapi hanya memperluas kerja sama. Oleh karena itu, upaya untuk memperluas gerakan koperasi syariah dengan membangun kerjasama  bukanlah hal sulit karena koperasi-koperasi  sudah dipersatukan secara ideologis. 
Bentuk kerjasama antar koperasi syariah bisa dilakukan antar individu dan lembaga. Bentuk kejasama antar lembaga bisa berupa ; Join Marketing, Join management, Join investment dan Join Tehnologi informasi yang memungkinkan bagi suatu koperasi syariah terhubung dengan koperasi syariah yang lain dalam transaksi keuangan para anggotanya. Inilah prinsip yang Ketujuh daripada pengelolaan koperasi syariah, yang apabila kita jalankan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas maka akan mendatangkan kemanfaatan terhadap lembaga ekonomi ummat ini.

*) Abdul Hamid, SE : Ketua Dewan Pengurus Koperasi Syariah Mitra Masyarakat

Comments

Popular Posts