Gerhana Matahati, Eh Matahari

Foto Tribunnews
Pagi ini sepanjang jalan di Kota Pontianak tampak sepi. Disamping hari libur karena Hari Raya Nyepi, pagi ini juga adalah moment gerhana matari total di sejumlah wilayah di Indonesia. Di Kalimantan Barat, hanya satu wilayah yang di prediksi mengalami gerhana matahari total, Yakni Kabupaten Ketapang. Adapun Kota Pontianak hanya mengalami gerhana biasa saja.

Beragam cara memang dilakukan oleh banyak orang dalam menyambut gerhana matahari total. Sejumlah daerah yang terkena lintasan gerhana mengadakan event besar-besaran, artis ibukota didatangkan untuk menarik wisatawan. Stasiun televisi nasional berlomba-lomba menyiarkan secara langsung detik-detik gerhana matahari total.

Gerhana matahari total yang 33 tahun yang lalu dianggap menyeramkan kini berubah seiring dengan perkembangan zaman. Dulu ditakuti, kini malah diburu. Dulu orang-orang menangis kala gerhana datang, kini malah disoraki dan ditepuki tangan.

Gerhana matahari merupakan fenomena alam yang di ciptakan oleh Allah untuk memperlihatkan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan nya. Menurut para ahli astronomi ; berlakunya gerhana matahari disebabkan oleh posisi bulan yang berada diantara matahari dan bumi sehingga menghalang cahaya sampai ke bumi.
Meskipun tidak mengalami gerhana matari total, namun sejumlah masjid di Kota Pontianak akan menggelar sholat khusyuf. Tidak terkecuali Masjid Raya Mujahidin, masjid terbesar di Kota Pontianak itu. Konon pengurus Masjid Raya Mujahidin jauh-jauh hari sudah mengeluarkan surat edaran perihal jadwal pelaksanaan sholat Khusyuf.

Beberapa tetangga dan sebagian keluarga saya di rumah memilih untuk sholat khusyuf berjamaah di sana. Katanya, habis sholat khusyuf bisa langsung naik ke menara masjid. Menyaksikan moment gerhana matahari total lebih jelas lewat kaca mata Eclipse Glasses kemudian diabadikan lewat smartphone nya.  Saya sendiri memilih untuk sholat khusyuf di masjid dekat rumah. Masjid Al-Fajar.

Jamaah yang hadir untuk melaksanakan sholat khusyuf berjamaah membludak, semua shaf penuh. Pengurus Masjid Al-Fajar sampai meggelar tikar hingga ke halaman masjid. Meskipun tidak ada kumadang takbir, namun nuansa sholat khusyuf mirip dengan suasana hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Terasa khidmat nan khusyuk. 
Kesadaran masyarakat Kota Pontianak untuk melaksanakan sholat khusyuf berjamaah  terbilang cukup tinggi. Mereka tidak terbuai oleh uforia gerhana matahari total yang banyak di buru oleh kaum turist. Masyarakat Kota Pontianak masih banyak yang sadar akan siapa Pemilik dan  Pencipta gerhana matahari total?

Sholat Khusyuf di Masjid Al-Fajar di mulai pukul 06.45. Di pimpin oleh mudir Majelis Taklim Al-Jawahir, Ustad Awwab Ahmad Attamimi.  Sholat Khusyuf berlangsung khidmat, dan dilanjutkan dengan khutbah yang membuat seluruh jamaah meneteskan air mata.
"Pada hari ini, banyak diantara saudara-saudara kita kaum muslimin  yang tidak melakukan ibadah seperti ini. Mereka menunggu datangnya gerhana, mereka tertarik dengan alam, tetapi mereka tidak tertarik dan takjub dengan yang menciptakan alam. Kita bersyukur tidak terlena dengan fenomena tersebut. Ini adalah aturan Allah. Allah lah yang mengendalikan ini semua." Urai Ustad Awwab dengan mata yang berkaca-kaca.
Ustad Awwab juga mengajak kepada jamaah yang hadir untuk menjadikan gerhana mahatari ini sebagai moment untuk mengasah kesalehan sosial kita. Beliau mengajak untuk melaksanakan Salah satu amalan sunnah pada saat gerhana matahari,  yakni dengan memperbanyak sedekah, agar kita terlatih untuk senantiasa berbuat kebaikan.

Di akhir khutbahnya ustad Awwab menukil suatu kisah Nabi Muhammad yang membuat jamaah menitikkan air mata.
Dikisahkan bahwa pada suatu malam Nabi Muhammad keluar rumah sendirian. Pada saat yang sama, ditengah gelap nya malam Nabi berjumpa dengan dua sahabatnya. Yakni Sahabat Abu Bakar dan Sahabat Umar. Mereka pun saling menatap. Kemudian Nabi berkata kepada kedua sahabat nya; "Apa yang membuat kalian keluar tengah malam? Tanya Nabi. "Lapar ya Rasulallah" jawab kedua sahabat tersebut.  Nabi Kemudian berkata kembali : yang membuat kalian keluar tengah malam begini adalah sama dengan apa yang saya rasakan.
Kemudian Nabi dan kedua sahabat nya pergi ke rumah salah satu sahabat Ansor. Nabi mengetuk pintu rumah sahabat Ansor yang terbilang orang 'berada' tersebut. Kemudian keluarlah sahabat Ansor tersebut seraya berkata : Tidak ada kemulian hari ini, kecuali hanya aku, karena aku  didatangi oleh orang yang sangat dimuliakan oleh Allah SWT. dan didatangi sahabat yang mulia. Marilah masuk Ya Rasullallah." Pinta sahabat Ansor tersebut pada Nabi dan Kedua sahabatnya. Sang tuan rumah dengan senang hati menyajikan makanan kepada Nabi dan Sahabatnya. Mereka pun makan bersama.
Selesai mereka makan,  Nabi berpamitan kepada sang tuan rumah. Kemudian Nabi berkata : Wahai Abu Bakar dan Umar  kita datang kerumah ini dalam keadaan lapar, kemudian kita keluar dari rumah ini dalam keadaan kenyang. Kelak, nikmat ini akan ditanya di hari kiamat. Kalaulah aku, Abu Bakar dan Umar  ditanya oleh Allah di hari kiamat perihal Nikmat yang aku dapatkan? Maka aku akan menjawab. aku telah makan dari rumah si fulan.

Maka berbahagialah sahabat tersebut yang telah berbuat kebaikan, kalaulah Nabi Muhammad SAW yang mulia, Sahabat Abu Bakar dan Umar ditanya oleh Allah di hari kiamat. Maka mereka akan menjadi saksi atas kebaikan sahabat Ansor tersebut.

Gerhana matahari total hari ini memang mengisahkan banyak hal. Saya merasa sangat beruntung diberi nikmat iman dan panjang umur oleh Allah bisa melaksanakan sholat khusyuf, yang barangkali sholat ini hanya akan terjadi satu kali dalam hidup saya. Semoga fenomena alam yang dahsyat ini tidak sekedar menjadi ajang untuk melakukan foto selfi, apalagai sampai membutakan mata hati.

Comments

Popular Posts